up grading BPH 2012

http://wasiiunila.blogspot.com/2012/03/up-grading-pengurus-bph-2012.html.

RENOVASI DAN PEMBANGUNAN MASJID (ATAP)

http://wasiiunila.blogspot.com/2012/03/renovasi-dan-pembangunan-masjid-terus.html

Kiblat masjid Al-Wasi'i kurang Miring ke selatan

di deteksi lewat Qibla Locator dan hasilnya sepertiini, belum memuaskan

Re-organisasi Pengurus BPH

banyak makna bisa kita ambil lewat hikmah permainan dalam outbound, salah satunya penanaman karakter

Sabtu, 09 November 2013

KONSOLIDASI BPH Al-wasi'i dengan BIROHMAH

Bandar Lampung- Al-wasi'i-UKM Birohmah Univeritas lampung melakukan konsolidasi dengan Badan Pelaksana Harian (BPH) Masjid Al-wasi'i yang berlangsung pada hari sabtu,09 November 2013 di Kantor BPH. Konsolidasi ini dimaksudkan untuk memperteguh dan mempererat ukhuwah antara BPH dan Birohmah sebagai lembaga dakwah kampus.


Lebih lanjut ketua Birohmah Yasin Yahya (teknik pertanian 2010) mengatakan "kami berharap dengan seringnya silaturrahim seperti ini akan tercipta kekeluargaan yang erat antara BPH dan Birohmah, sehingga tugas dakwahpun semakin lancar dan lebih ringan"
sementara itu, ketua BPH Muhamad Mutaqin (bdp'11) berharap kepada Birohmah untuk senantiasa meningkatkan kegiatan kegiatan di masjid Al-wasi'i untuk memaksimalkan peran masjid sebagai Centre Of dakwah Universitas Lampung.

Konsolidasi yang dihadiri sekitar 6 orang perwakilan dari Birohmah dan 9 orang dari BPH al-wasi'i diakhiri dengan memberikan ucapan terimakasih dari Birohma terhadap BPH yang diwakili masing-masing dari ketua, dan juga berfoto bersama.

dari pertemuan ini diharapkan timbul sebuah kerjasama baru terkait program kerja dan kekeluargaan bersama yang dapat terjalin. banyak hal telah dibicarakan dan bertujuan untuk membangun masjid secara bersama.

Selasa, 15 Oktober 2013

Antri Pembagian Daging Qurban dan Hikmahnya.

Mekanisme dan regulasi pembagian daging hewan kurban ternyata mencerminkan kemajuan budaya dan juga tingkat intelektual (pendidikan) masyarakat daerah bersangkutan. Semakin rapi dan tertata pelaksanaannya, matang planning dan rekayasa aturan pembagian oleh panitia dan juga sikap ataupun kepatuhan masyarakat dalam menjalankan aturan yang telah dibuat itulah yang menjadi indikator kita dalam menilai kemapananan tatanan sosial suatu wilayah.

Dari beberapa pengalaman yang kami dapatkan dari agenda tahunan ini, baik pembagian zakat maupun sejenisnya kita dapat menilai ternyata banyak hal terkait dengan banyak aspek yang dapat kita kaji. satu persatu mari kita belajar mengejanya.

Dari kasus jatuhnya korban dalam banyak kasus pembagian zakat atau sejenisnya, sebenarnya setiap kita sudahlah sadar, hal ini tidak semestinya terjadi, apalagi di masa mendatang. Namun sayang, kurang banyak upaya untuk memperbaiki sistem dan cara untuk menghindarkan kejadian itu terjadi lagi. Sehingga masih banyak kejadian dalam kasus serupa muncul di daerah lain atau dalam sesi yang lain. Jika boleh berkaca di daerah daerah perkotaan atau di negara-negara maju, rule to play, atau aturan dalam bermain (dalam hal ini kita arahkan pada mekanisme antrinya) sudah sangat rapi di desain supaya meminimalir dampak negatif terjadi, seperti membludaknya hingga saling dorong mendorongnya peserta antrian. 

Lihat saja ketika kita mengantri di costumer service provider cellular, kita dengan rapi di atur mulai mengambil nomor antrian, menunggu di kursi tunggu, mendapat giliran dan diarahkan pada keperluan kita. sekilas dapat kita nilai bahwa pertama, sistem dapat dikatakan sistem mendidik, dan costumer terdidik untuk sabar mengantri, dan disiplin mentaati aturan. hal ini muncul atas dasar kerelaan dan kemajuan "peradaban".

Nah, banyak contoh yang terjadi di sekitar kita adalah kebalikan dari kemajuan peradaban itu, provider(atau dalam hal ini kita sebut panitia) justru "takut" dan dipengaruhi oleh "tekanan" costumer yang menghendaki egoisme untuk tidak disiplin dalam mengantri atau dipimpin untuk rapi, entah dengan alasan tidak ingin waktu yang dibutuhkan lama atau tidak kuat mendengar keluhan costumer(dalam hal ini penerima zakat/daging kurban).

Satu hal penulis tekankan disini adalah pola pendidikan yang harusnya kita tanamkan pada masyarakat. Sebagai kaum terpelajar yang sedang ada dalam lingkungan akademik seyogyanya kita ikut andil dalam memberikan pendidikan moral dan sosial pada masyarakat. mungkin membutuhkan waktu yang cenderung lebih lama, tapi bukankah lebih baik demikian ketimbang kita mempertahankan kebiasaan buruk yang akan bertahan bertahun tahun dalam agenda yang sama atau sejenis, bahkan kebiasaan buruk itu akan diwariskan pada anak cucu mereka (masyarakat.red).

Berikut mekanisme yang kami terapkan dalam pembagian danging hewan kurban: Pertama , kami lakukan survey pada siapa-siapa saja yang berhak menerima selain amil dan pelaku kurban. kami berikan kupon lewat koordinator yang kami tunjuk. Kedua, kami umumkan jadwal pembagian dari pukul sekian hingga sekian untuk menghindari pembanjiran tempat berdasarkan wilayah pembagian kupon. Kemudian di hari H, kami sediakan tempat duduk untuk menunggu, soundsystem untuk memanggil nomor kupon bersangkutan dan yang terpanggil menunnjukkan kuponnya, kupon kami sobek, daging/zakat kami berikan. selaijn itu tempat mengantri kami buat seperti antrian di Dufan, hanya pas dilewati 1 orang jadi tidak bertumpuk di depan loket.
silahkan like dan berikan komentar dan masukan untuk kebaikan kami dan pembaca. (ASF-3)      

Jaga Hewan Kurban, BPH tunjukkan Kelasnya dalam berkorban.

Suasana Makan Bersama di malam Takbiran,
salah satu cara mempererat Kekompakan BPH Majid Al-wasii

Bandar Lampung- Masjid Al-Wasi'i yang menjadi salah satu icon Universitas lampung kembali melaksanakan program tahunannya yaitu pelaksanaan shalat Idul Adha dan  penyembelihan hewan kurban. Tentu saja banyak hal menarik yang dapat kita simak, salah satunya adalah kegiatan menjaga heran kurban di malam sebelum hari H, yakni penyembelihan dan pembagian daging hewan kurban.

"Menarik, dan menyenangkan sih, walaupun ngantuk sebenernya." hal ini diungkapkan oleh Abdul Aziz, salah seorang BPH (Badan Pelaksana Harian) Masjid Al-wasi'i yang baru bergabung tahun ini. diwawancarai di sela tugasnya menjaga hewan kurban bersama beberapa rekannya, ia masih sempat mengerjakan tugas kuliah. BPH yang menjadi tangan kanan Pengurus masjid, yang juga menjadi kunci dibalik pelayanan masjid ini yang semakin hari semakin membaik ini kini memiliki 14 anggota, diantaranya Yayan Andriyana, dan enam orang dari angkatan 2011, Odin, Firdaus, Ave, Takin, Arif, dan Ali. Adapun dari angkatan 2012, Rahman dan Fudin, juga dari angkatan baru, 2013 ada Aziz, Abdul, Anas, Megi dan Kholis.
Mereka tergabung dalam BPH kebanyakan karena keinginan yang sama untuk memakmurkan masjid selagi kuliah. bagi mereka mengurus masjid bukanlah alasan untuk tidak suskses dalam berprestasi di kampus. dan mereka dapat membuktikan hal itu, beberapa diantara mereka juga telah menjadi pejabat-pejabat kampus yang baik dalam segi prestasi studi juga dalam bidang organisasi. Sebut saja Muhrodin(odin) yang menjadi Ketua Umum Himajip FKIP Unila 2013/2014, sebagai figur yang periang dan bersuara indah dalam adzan ataupun tilawah Quran, Ia terkenal memiliki prestasi akademik yang tinggi Program studinya, Penjaskesrek.
"inyallah, yang terpenting adalah kita ikhlas dan kompak dalam mengurus masjid." Begitu tuturnya ketika ditanya apa yang di rasakan ketika tidak pulang ke Rumah di hari raya Idul Adha.
Demikian dapat kita ambil pelajaran dan contoh yang baik dari keteguhan dan pengorbanan sahabat BPH Masjid Al-Wasii ini. (ASF-3)   

Senin, 14 Oktober 2013

Menjelang Hari H, Panitia Idul Adha melaksanakan Rapat Fiksasi

Bandar Lampung - Menjelang pelaksann shalat Idul Adha 1434 H yang akan berlangsung  besok pada hari Selasa, 15 Oktober 2013 segenap panitia pelaksana shalat Ied melakukan rapat fiksasi yang dilaksanakan malam sebelum hari H. rapat ini dihadiri oleh 16 orang termasuk dianataranya  ketua dan pemimpin rapat.   Rapat tersebut dipimpin oleh Bpk. Ahmad  Dzakwan, S.Si.   Acara ini di mulai pada pukul 20.50 WIB. 

Rapat ini membahas tentang serangkaian pelaksanaan shalat Ied dan proses penyemebelihan hewan qurban.  Daging hewan qurban ini rencananya akan di distribusikan ke berbagai tempat di sekitar Masjid Al-Wasi'i, tempat  tersebut meliputi Kp. Baru, Gedong Meneng, Raja Basa, Perumahan BTN, Perumahan Grya Kencana dan beberapa wilayah lain di sekitar masjid. 


Editor : Azizcbw